Memasuki trimester ketiga kehamilan adalah momen yang penuh harap sekaligus tantangan. Di usia kandungan 28 minggu hingga menjelang persalinan, tubuh ibu hamil mengalami perubahan signifikan. Namun, selain perubahan fisik dan emosional, ibu hamil juga sering dibanjiri berbagai nasihat dan pantangan,baik dari orang tua, keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut benar secara medis.
Banyak mitos yang beredar turun-temurun dan dipercaya tanpa dasar ilmiah. Padahal, informasi yang keliru bisa membuat ibu hamil merasa cemas atau bahkan membatasi diri secara tidak perlu. Berikut beberapa mitos pantangan ibu hamil trimester 3 yang banyak dipercaya di masyarakat yang perlu Moms ketahui.
1. Ibu hamil berbahaya jika melahirkan melewati hari perkiraan lahir
Ada anggapan yang berkembang bahwa apabila ibu hamil belum melahirkan setelah melewati hari perkiraan lahir bisa menjadi tanda bahaya.
Apakah hal tersebut benar, Moms?
Faktanya, melahirkan sebelum ataupun sesudah HPL merupakan hal yang normal terjadi. Meski begitu, apabila setelah melewati 2 minggu HPL, ibu hamil belum mengalami kontraksi melahirkan, maka segera temui dokter agar dilakukan penanganan dengan memberikan induksi untuk memicu kontraksi.
Sama halnya dengan kelahiran ketika usia kandungan masih terlalu dini, kehamilan lebih dari 42 minggu juga memiliki komplikasi persalinan yang tinggi. Hal ini karena akan menurunkan fungsi dari plasenta yang dapat menyebabkan bayi kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi.
2. Dilarang membunuh binatang
Mitos ibu hamil adat Jawa ini berlaku untuk para suami agar tidak membunuh binatang selama istrinya mengalami kehamilan. Namun, apakah mitos ini terbukti benar, Moms?
Faktanya, pantangan membunuh binatang ternyata hanyalah mitos belaka. Kelahiran bayi tidak memiliki hubungan dengan mitos tersebut.
Jika bayi yang terlahir tidak sempurna, tidak ada sangkut pautnya dengan peristiwa membunuh seekor binatang. Anak yang terlahir cacat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti gaya hidup selama kehamilan, terjadinya infeksi, hingga faktor genetik.
3. Tidak Boleh Makan Nanas dan Durian
Banyak yang mengatakan bahwa nanas dan durian bisa menyebabkan kontraksi dini atau keguguran. Larangan ini sering membuat ibu hamil khawatir mengonsumsi buah-buahan tertentu.
Faktanya, nanas memang mengandung bromelain, namun jumlahnya dalam buah segar sangat kecil dan tidak cukup kuat untuk memicu persalinan ya Moms. Begitu pula dengan durian, yang sebenarnya boleh dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun, durian tinggi gula dan kalori lho Moms, sehingga perlu dibatasi terutama bagi ibu dengan risiko diabetes gestasional.
Kuncinya bukan pada pantangan total, melainkan konsumsi yang bijak dan seimbang.
4. Tidak Boleh Berhubungan Intim
Banyak pasangan merasa khawatir berhubungan intim saat trimester 3 karena takut membahayakan janin atau memicu kontraksi.
Faktanya, hubungan intim umumnya aman dilakukan selama kehamilan berjalan normal dan tidak ada komplikasi seperti plasenta previa atau risiko persalinan prematur. Janin terlindungi oleh cairan ketuban dan dinding rahim yang kuat.
Namun, jika muncul keluhan seperti perdarahan, nyeri hebat, atau kontraksi setelah berhubungan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis, ya Moms.
5. Minum Air Es Bisa Membuat Bayi Besar
Mitos ini sangat sering terdengar. Banyak yang percaya bahwa minum air es dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan berlebih.
Faktanya, suhu minuman tidak memengaruhi berat badan janin, Moms. Kenaikan berat badan bayi dipengaruhi oleh asupan kalori dan nutrisi secara keseluruhan, bukan dari dingin atau tidaknya minuman. Jika air es tersebut tidak mengandung gula berlebih, maka tidak ada masalah.
Yang perlu dihindari adalah minuman manis berlebihan, ya Moms, karena dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional.
Bijak Menyikapi Mitos
Mitos kehamilan sering kali berakar dari budaya dan pengalaman generasi sebelumnya. Pada masa lalu, akses terhadap informasi medis memang terbatas, sehingga banyak nasihat didasarkan pada kepercayaan dan tradisi.
Sebagian mitos mungkin lahir dari niat baik untuk melindungi ibu hamil. Namun, di era sekarang, penting bagi Moms untuk menyaring informasi dan mengutamakan sumber yang terpercaya, seperti dokter kandungan, bidan, atau literatur medis.
Alih-alih menolak mentah-mentah nasihat orang tua, Moms bisa menyikapinya dengan bijak. Dengarkan dengan hormat, tetapi tetap cari klarifikasi medis jika ragu. Komunikasi yang baik dengan keluarga juga membantu mengurangi kesalahpahaman.
Kehamilan trimester ketiga adalah fase penting menuju kelahiran buah hati. Fokus utama Moms seharusnya adalah menjaga kesehatan fisik dan mental, tetap bergerak aktif, mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, serta rutin melakukan pemeriksaan kehamilan.
Di masa-masa akhir kehamilan ini, Moms dapat mulai fokus dalam persiapan menyambut Si Kecil dengan penuh kasih. Salah satunya adalah memastikan kenyamanan Si Kecil sehari-hari, termasuk urusan popok. Di masa awal kehidupan, Si Kecil butuh popok yang bukan hanya menyerap, tapi juga menjaga kulitnya tetap lembut dan nyaman. Di sinilah Merries Premium Pants bisa jadi pilihan Moms.
Merries Premium Pants memiliki lapisan terluar 5++ miliar pori sirkulasi udara yang tak hanya menahan cairan dengan baik namun juga membantu melepas udara lembab, sehingga kulit Si Kecil tetap bebas bernapas dan membantu menjaga kulit Si Kecil tetap kering. Dilengkapi dengan terowongan udara di bagian pinggang, Merries Premium Pants mampu melepaskan udara di area pinggang Si Kecil. Popok ini juga mampu menangkap kotoran lunak dan pipis di sela popok sehingga tidak menyebar.
Merries Premium Pants juga dilengkapi dengan alarm penanda pipis dan roll up tape sehingga memudahkan Moms mengganti popok tepat waktu tanpa mengganggu kenyamanan Si Kecil.
Karena Moms yang tenang menjalani trimester 3 akan lebih siap merawat Si Kecil, pastikan Moms memilih popok yang lembut, kering, dan nyaman seperti Merries Premium Pants. Dapatkan segera Merries Premium Pants di sini dan buktikan kenyamanannya.