Kelahiran Si Kecil tentu membawa kebahagiaan yang luar biasa, tapi dibalik itu sering muncul banyak pertanyaan, salah satunya soal bagaimana menjaga kulitnya agar tetap sehat dan nyaman. Kulit bayi yang masih sangat sensitif membuat Moms perlu ekstra perhatian sejak hari pertama. Karena itu, memahami tips merawat bayi baru lahir jadi langkah awal yang penting agar kulit Si Kecil tetap terlindungi dari iritasi sejak dini.
Kulit bayi baru lahir memiliki karakteristik yang berbeda dari kulit orang dewasa. Kulitnya masih sangat tipis, rapuh, dan sensitif, sehingga lebih mudah kehilangan kelembaban. Dalam beberapa bulan pertama, terutama hingga usia 3 bulan, kulit bayi baru lahir juga sering tampak kering. Kondisi ini wajar, tapi tetap perlu dipahami agar Moms bisa menerapkan tips merawat bayi baru lahir dengan tepat dan tidak salah langkah.
Mengenal Permasalahan Kulit Bayi Baru Lahir
Selain kulit yang sering tampak kering, Moms juga perlu mengetahui beberapa permasalahan kulit yang terjadi pada bayi baru lahir. Simak penjelasan berikut.
1. Jerawat.
Jerawat juga merupakan kondisi kulit yang umum terjadi pada bayi baru lahir hingga beberapa minggu pertama kehidupannya. Jerawat ini muncul karena kelenjar minyak bayi yang masih terlalu aktif sehingga menyumbat pori-pori kulit. Meski terlihat mengkhawatirkan, jerawat bayi umumnya tidak berbahaya dan akan menghilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Memahami kondisi ini termasuk bagian penting dari tips merawat bayi baru lahir agar Moms tidak panik berlebihan.
2. Biang Keringat
Masalah kulit lain yang sering dialami bayi adalah biang keringat, yang ditandai dengan bentol-bentol kecil berwarna merah muda. Biang keringat terjadi karena kelenjar keringat bayi belum berkembang sempurna dan mudah tersumbat saat bayi merasa kepanasan. Kondisi ini cukup umum, terutama di cuaca panas atau saat bayi berkeringat.
3. Milia
Bayi juga bisa mengalami munculnya bintik-bintik putih kecil di area wajah yang dikenal sebagai milia. Kondisi kulit ini umum terjadi pada bayi baru lahir dan biasanya akan mereda dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus. Namun, bila keluhan pada kulit bayi berlangsung cukup lama atau tidak menunjukkan perbaikan, sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter agar Si Kecil mendapatkan penanganan yang sesuai.
Dengan mengenali tanda-tandanya, Moms bisa menerapkan tips merawat bayi baru lahir secara lebih bijak untuk mencegah iritasi berulang.
Tips Merawat Kulit Bayi Baru Lahir
Lalu, bagaimana cara merawat kulit bayi baru lahir agar tetap sehat dan nyaman setiap hari? Berikut beberapa tips merawat bayi baru lahir yang praktis dan mudah diterapkan di rumah.
1. Jangan Terlalu Sering Dimandikan
Salah satu tips merawat bayi baru lahir yang sering terlewat adalah soal frekuensi mandi. Bayi sebenarnya tidak perlu mandi setiap hari, cukup dua hingga tiga kali seminggu. Mandi terlalu sering justru dapat membuat kulit bayi semakin kering karena minyak alami pelindung kulit ikut hilang.
Yang terpenting, Moms perlu rutin membersihkan area popok, wajah, dan lipatan tubuh bayi setiap kali diperlukan. Dengan begitu, kebersihan tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kelembapan alami kulit.
2. Pilih Produk yang Aman
Memilih produk perawatan juga termasuk tips merawat bayi baru lahir yang tidak boleh asal. Hingga bayi berusia sekitar satu tahun, sebaiknya Moms menggunakan sabun, sampo, dan produk perawatan yang memang diformulasikan khusus untuk bayi.
Produk bayi umumnya bebas dari alkohol, deodoran, serta bahan keras lainnya yang berpotensi memicu iritasi. Dengan memilih produk yang lembut dan aman, Moms membantu menjaga keseimbangan kulit bayi secara optimal.
3. Rajin Membersihkan Lipatan Kulit Bayi
Lipatan kulit bayi seperti di leher, lengan, paha, dan selangkangan sering luput dari perhatian, padahal area ini sangat rentan lembap dan iritasi. Membersihkan lipatan kulit secara rutin merupakan bagian penting dari tips merawat bayi baru lahir, terutama saat bayi mulai aktif bergerak.
Ketika memasuki usia sekitar tiga bulan, bayi biasanya mulai banyak mengeluarkan air liur. Jika tidak dibersihkan dengan baik, kondisi ini dapat memicu kulit kemerahan hingga mengelupas. Membersihkan dan mengeringkan lipatan kulit dengan lembut bisa membantu mencegah masalah ini.
4. Jaga Kelembaban Kulit Bayi
Menjaga kelembaban adalah salah satu tips merawat bayi baru lahir yang paling krusial, terutama karena kulit bayi sangat mudah kering. Moms bisa mengoleskan pelembab khusus bayi yang bebas pewangi setiap hari setelah mandi.
Jika kulit bayi terlihat sangat kering atau cuaca sedang dingin dan kering, pelembab bisa digunakan lebih sering. Langkah sederhana ini membantu menjaga lapisan pelindung kulit bayi agar tetap sehat dan nyaman sepanjang hari.
5. Lindungi dari Sinar Matahari
Menjaga bayi dari paparan sinar matahari berlebihan juga termasuk tips merawat bayi baru lahir yang penting. Bayi baru lahir memang dianjurkan untuk dijemur di bawah sinar matahari pagi untuk membantu pembentukan vitamin D, namun durasinya perlu dibatasi dan dilakukan di waktu yang tepat.
Waktu terbaik menjemur Si Kecil adalah sebelum pukul 09.00 pagi dengan durasi singkat, sekitar 5–15 menit, serta menghindari paparan langsung terlalu lama pada kulit. Di luar waktu tersebut, pastikan Si Kecil berada di tempat yang teduh, mengenakan pakaian, topi, atau menggunakan stroller dengan penutup untuk melindungi kulitnya yang masih sensitif.
6. Ganti Popok Bayi Secara Rutin
Area popok merupakan salah satu bagian tubuh bayi yang paling sering mengalami iritasi. Karena itu, mengganti popok secara rutin adalah tips merawat bayi baru lahir yang tidak boleh diabaikan, terutama saat popok sudah terasa lembab.
Popok yang jarang diganti bisa membuat kulit bayi lembab terlalu lama dan memicu ruam. Pastikan area popok selalu bersih dan kering sebelum Moms memakaikan popok baru agar kulit Si Kecil tetap nyaman.
Salah satu pilihan yang bisa Moms pertimbangkan adalah popok Merries Good Skin, jagoannya kulit bayi, ahlinya cegah iritasi. Popok ini sudah Allergy Tested, dan dilengkapi sirkulasi udara yang baik yang dirancang khusus untuk menjaga kulit bayi tetap sehat dan kering. Merries Good Skin memiliki daya serap hingga 14 jam, membantu menjaga kulit Si Kecil tetap kering lebih lama sehingga ia bisa beristirahat dengan nyaman. Meski demikian, Moms tetap harus rajin menggantinya setiap 3-4 jam sekali.
Dengan teknologi 3 jalur penyerapan, popok tidak mudah menggelembung dan meminimalkan risiko bocor. Seperti namanya, Merries Good Skin baik untuk kulit bayi karena mampu menjaga kelembutan kulit bayi berkat kandungan ekstrak alami Witch Hazel. Merries Good Skin juga dilengkapi dengan karet pinggang yang elastis dan lembut, sehingga popok ini pas di pinggang tanpa meninggalkan bekas di kulit Si Kecil.
Merries Good Skin memiliki semua fitur yang bisa merawat kulit Si Kecil agar tetap sehat dan terjaga kelembutannya. Jadi, demi menjaga kulit Si Kecil, segera dapatkan Merries Good Skin di e-commerce berikut ini.